Jakarta - Permasalahan sampah menjadi problem serius di kota-kota besar dan metropolitan di Indonesia. Data yang disampaikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebut setiap orang menghasilkan rata-rata menghasilkan 0,7 kilogram (kg) sampah per hari.
KLHK mencatat timbulan sampah tahun 2017 mencapai 64 juta ton.Timbulan sampah ini, banyak yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Berkaca dari hal tersebut Kepala Program PLTSa dari Pusat Teknologi Lingkungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Widiatmini S Winanti, kepada SP, Jumat (21/9) mengatakan ada 12 lokasi pembuangan sampah.
Dua belas lokasi itu yakni Provinsi DKI Jakarta, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Bekasi, Kota Bandung, Kota Semarang, Kota Surakarta, Kota Surabaya, Kota Denpasar, Kota Makassar, Kota Palembang dan Kota Manado.
Diakui, Indonesia saat ini mengalami krisis sampah, karena TPA sampah eksisting sudah penuh. Sejalan dengan pertambahan penduduk dan peningkatan gaya hidup yang semakin konsumtif, timbulan sampah semakin besar dan beragam, sementara sampai saat ini perkembangan penanganan sampah di Indonesia masih kurang optimal, sehingga sebagian besar sampah masih tertimbun di TPA.
Pencarian lahan TPA yang baru sangat sulit dilakukan, sementara jumlah sampah yang terus meningkat. Konsep pengelolaan sampah seperti yang tercantum dalam UU No 18 Tahun 2008, yaitu pengurangan sampah di level produsen dan konsumen, serta penanganan sampah yang meliputi pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, dan pemrosesan akhir belum mampu menyelesaikan permasalahan tersebut.
Diperlukan solusi untuk dapat menyelesaikan masalah sampah secara cepat, signifikan dan ramah lingkungan. Satu satu solusi yang dapat dilakukan adalah menerapkan teknologi termal.
Widiatmini menjelaskan, untuk mempersiapkan implementasi teknologi PLTSa ramah lingkungan, BPPT saat ini sedang membangun proyek percontohan (pilot project) PLTSa ramah lingkungan di lokasi TPST Bantar Gebang, bekerja sama dengan Pemprov DKI, dengan kapasitas minimal 50 ton per hari.
Secara nasional lanjutnya, pilot project ini dapat digunakan sebagai percontohan akan teknologi pengolahan sampah yang ramah lingkungan serta dapat menyelesaikan permasalahan sampah secara tuntas.
Bagi Pemprov DKI Jakarta, pilot project ini dapat menjadi unit pengolahan sampah alternatif yang dapat diintegrasikan ke dalam sistem pengelolaan sampah terpadu DKI.
Selain itu, ada kesempatan pembelajaran dalam pengolahan sampah dengan metode termal sebelum menerapkan sistem pengolahan sejenis dalam skala besar di masa mendatang, dan menjadi sentra percontohan pengolahan sampah kota.
Bagikan Berita Ini
0 Response to "PLTSa Tetapkan 12 Lokasi Pembuangan Sampah di Indonesia"
Post a Comment