Search

Direktur Eksekutif CTC Sebut Sampah Plastik Sebagai Ancaman ...

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam acara workshop untuk wartawan yang digelar oleh Coral Triangle Centre (CTC) di Kantornya, Sanur Bali, Sabtu (20/10/2018) pagi hingga siang tadi, Direktur Eksekutif CTC, Rili Djohani menyebut sampah plastik menjadi satu di antara banyak ancaman bagi laut, khususnya di Bali.

Sebelumnya, dalam wawancara dengan wartawan usai, Workshop untuk Wartawan Tentang Perikanan Keberlanjutan dan Konservasi Perairan di Indonesia, Rili mengatakan perikanan yang berkelanjutan adalah tema besar yang akan didiskusikan dalam pertemuan berbagai negara di Nusa Dua Bali, 29-30 Oktober 2018 mendatang.

Ia mengungkapkan, konsep perikanan berkelanjutan ini harus mengacu pada triple bottom line yakni menciptakan potensi ekonomi, meningkatkan kesejahteraan sosial, dan memastikan terciptanya keseimbangan hidup.

"Saat ini sudah ada 140 kawasan konservasi perairan yang sangat potensial untuk mendukung tujuan perikanan berkelanjutan tersebut. Kawasan tersebut memegang peran penting karena ekosistem yang kondusif bagi berkembangbiakan ikan. Namun masih 60 persen total luas KKP baru tahap dicadangkan, belum dimanfaatkan sebagaimana mestinya," kata Rili.

Dari penilaian Rili, untuk Bali kata dia, banyak potensi untuk membentuk kawasan konservasi laut yang baru.

Seperti di Bali Timur, juga Bali Barat.

"Ada banyak potensi untuk kawasan konservasi perairan yang baru. Kami bisa melihat di Bali Timur, bagus sekali karang-karang di sana. 60 persen lebih masih bagus, juga seperti di Nusa Penida, Taman Nasional Bali Barat, juga bagus sekali," kata Rili yang sudah 25 tahun meneliti tentang perairan tersebut.

Ia berharap ada tambahan kawasan konservasi perairan di Bali untuk pariwisata, rekreasi, perlindungan pantai dan perikanan.

Tetapi dirinya menekankan pada penanganan sampah plastik di perairan Bali.

"Tapi, terutama kita harus menekan sampah plastik ya, karena itu jadi polusi laut. Sangat banyak. Mudah-mudahan beberapa tahun kedepan Bali jadi palstik free. Keuntungannya kembali ke kita semua, ke masyarakat, kesehatan. Menurut saya itu nomor satu yang harus kita kerjakan," ungkapnya menekankan.

Dirinya memberikan arahan kepada berbagai pihak, terutama sektor pariwisata untuk jangan membuang sampah ke laut.

"Iya, kami sudah informasikan kepada swasta jika membawa turis ke perairan, seperti Nusa Penida, jangan membuang sampah, jangan berdiri di atas karang kalau diving. Jangan juga memberi makan kepada ikan, karena pola makan ikan akan berubah," jelas dia memberi arahan.

Workshop yang dilakukan sejak pagi tadi ini juga berhubungan dengan penyelenggaraan “Our Ocean Conference” kelima, yang akan berlangsung di Nusa Dua, Bali, 29-30 Oktober 2018, yang akan dihadiri beberapa Kepala Negara, Para Menteri, Perwakilan Lembaga Non Profit, serta delegasi dari berbagai negara lainnya, kegiatan tersebut juga dalam rangka Tahun Terumbu Karang pada tahun 2018 ini (International Year of Reef/IYOR 2018). (*)

Let's block ads! (Why?)

Baca Lagi dah di situ http://bali.tribunnews.com/2018/10/20/direktur-eksekutif-ctc-sebut-sampah-plastik-sebagai-ancaman-utama-konservasi-laut-di-bali

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Direktur Eksekutif CTC Sebut Sampah Plastik Sebagai Ancaman ..."

Post a Comment

Powered by Blogger.