Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Musim kemarau yang tak kunjung selesai membuat sebagian wilayah di Kabupaten Batang mengalami kekeringan.
Tak terkecuali di Desa Penundan Kecamatan Banyuputih.
Sumur warga kini kering dan tak dapat dimanfaatkan lagi untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Demikian diungkapkan seorang warga setempat, Nasirudin (51).
"Musim kemarau menyulitkan warga mendapatkan air bersih, karena sumur kering.
"Selain itu, di desa kami belum ada saluran PDAM."
"Kami berharap pemerintah daerah membantu dengan pemasangan saluran PDAM, agar saat menghadapi musim kemarau warga tidak resah," katanya, Senin (15/10/2018).
Sementara warga lainnya, Suratman mengeluhkan penanganan sampah pasar yang menimbulkan bau tak sedap.
"Selain permasalahan air, warga di desa kami juga mengeluhkan bau sampah dari pasar, kami sangat berharap ada penangan serius terkait sampah," jelas Suratman.
Mendengar secara langsung keluhan warga Desa Penundan tersebut, Bupati Batang Wihaji menyarankan pemerintah desa segera membuka Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).
"Jika sudah ada Pamsimas, maka PDAM tidak bisa masuk, kecuali mau ganti ke PDAM, akan kami catat dan segera kami kosultasikan ke PDAM," kata Wihaji saat mendatangi Desa Penundan.
Terkait masalah sampah yang ada di pinggir jalan Banyuputih akan ditanggulangi bersama dengan pihak Perhutani yang akan menyediakan lahan dan Pemkab akan bangun Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
"Akan kami tanggulangi dengan penambahan tempat sampah di pasar, selain itu, kami akan koordinasi bersama Perhutani dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk pembuatan TPA," Jelasnya. (*)
Baca Lagi dah di situ http://jateng.tribunnews.com/2018/10/15/warga-batang-curhat-soal-air-bersih-dan-sampah-ke-bupatiBagikan Berita Ini
0 Response to "Warga Batang Curhat Soal Air Bersih dan Sampah ke Bupati"
Post a Comment