Search

The NextDev Semarang: Litterasi.com tawarkan solusi masalah ...

Merdeka.com - Masalah pengelolaan sampah rupanya menjadi masalah tersendiri di banyak kota di Indonesia. Bukan hanya kota besar, sampah juga menjadi problem kota kecil di Indonesia. Populasi penduduk suatu kota yang terus bertambah membuat produksi sampah kian banyak. Tanpa pengelolaan sampah yang benar dan partisipasi aktif warganya, sampah bisa menjadi masalah laten di masa mendatang.

BERITA TERKAIT

Dari kota kecil di Jawa Tengah, Temanggung, sebuah perusahaan rintisan (startup) teknologi mencoba menawarkan solusi penanganan sampah warganya. Ya, Litterasi.com melakukannya dengan cara tidak biasa pun dan terbilang.

Yanuar Jaka Permana, Founder itterasi.com, punya semangat besar untuk membantu menyelesaikan masalah sampah di kota kelahirannya ini. Bersama Co-Founder Litterasi, Palupi Ika Wardani, pria bertubuh gempal ini berhasil menjajakan social impact dari aplikasi digitalnya, dengan keberhasilannya masuk tahapan picth deck di The NextDev Talent Scouting Semarang, Mei lalu.

"Konsep Litterasi.com adalah menggabungkan sampah dan literasi. Maksudnya, sampah ditukar dengan buku baru," ungkap Yanuar yang tampil penuh energi dan kocak saat presentasi di hadapan dewan juri The NextDev Semarang.

Seperti apa sih konsep Litterasi.com?

Menurut Yanuar, aplikasinya memfasilitasi sekolah menukarkan sampahnya dengan buku baru untuk perpustakaan, sehingga sekolah menjadi sekolah yang peduli lingkungan dan sekaligus literasi. Cara kerja simpel, pihak sekolah memanggil penjemput sampah melalui aplikasi Litterasi.com, supaya sampah segera diambil. Setelah sampah sekolah diambil, sekolah akan mendapat poin yang tercatat di aplikasi. Poin yang dikumpulkan bisa digunakan untuk membeli buku yang dibutuhkan. Semua proses tersebut dilakukan melalui aplikasi Litterasi.com. Mudah bukan!

Saat ini aplikasi digital ini membagi beberapa jenis sampah berikut nilai poin. Contohnya, kardus bekas memiliki 2.000 poin per kilogram. Kemudian, koran bekas 2.200 poin per kilogram, sampah botol plastik 3.000 per kilogram, gelas plastik 2.000 per kilogram, dan kertas HVS bekas 2.500 per kilogram.

Selain fokus menyasar sekolah, startup asal Temanggung ini juga mengajak pihak perkantoran atau kampung/desa untuk berpartisiasp dalam Litterasi. Sebab buku yang Anda dapatkan bisa Anda gunakan sendiri atau bisa pula disumbangkan ke sekolah-sekolah yang ingin Anda bantu. Saat ini Litterasi sudah bekerja sama dengan satu sekokah di Temanggung, yakni SMP Remaja Parakan.

Di sekolah menengah pertama itu, Litterasi segera membentuk tim Litterator yang terdiri dari beberapa siswa sekolah. Mereka akan bertugas sebagai duta Litterasi dan menjadi garda terdepan pelaksanaan gerakan Litterasi di sekolahnya.

Sebagai startup pengelolaan sampah, tentu butuh dana operasionalnya. Kata Yanuar, Litterasi mendapatkan pendapatan usahanya dari hasil penjualan sampah dan buku.

Keren ya konsep Litterasi yang memadukan solusi masalah sampah dengan pengadaan buku untuk sekolah. Ayo, kamu juga bisa seperti Litterasi, menawarkan solusi bagi masalah kotamu di ajang The NextDev Talent Scouting 2018. Simak daftarnya di sini ya! [sya]

Let's block ads! (Why?)

Baca Lagi dah di situ https://www.merdeka.com/teknologi/the-nextdev-semarang-litterasicom-tawarkan-solusi-masalah-sampah.html

Bagikan Berita Ini

0 Response to "The NextDev Semarang: Litterasi.com tawarkan solusi masalah ..."

Post a Comment

Powered by Blogger.