SAMPAH masih menjadi persoalan serius di Jakarta. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang masih jadi 'penangan' sampah Jakarta. Setiap hari sampah Jakarta mencapai sekitar 7.000 ton.
Pemprov sangat tergantung dengan keberadaan TPA Bantar Gebang yang berada di wilayah Bekasi. Bila ada 'gonjang ganjing' dengan pemerintah daerah setempat, bahkan demo masyarakat Bantar Gebang, distribusi sampah Jakarta jadi terganggu. Akibatnya sampah menggunung di beberapa sudut wilayah Jakarta.
Guna mengurangi beban TPA Bantar Gebang, Pemprov DKI, melalui Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta berupaya untuk menangani permasalahan sampah tersebut.
Salah satunya dengan membangun alternatif fasilitas pengolahan sampah di dalam kota, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau Intermediate Treatment Facility (PLTS / ITF).
Sesuai dengan Masterplan Pengelolaan Sampah Provinsi DKI Jakarta Tahun 2012-2032, fasilitas tersebut akan dibangun di 4 (empat) lokasi berbeda di DKI Jakarta, antara lain di Sunter, Marunda, Cakung, dan Duri Kosambi.
Apabila fasilitas ini dibangun, maka akan dapat mengurangi pengolahan sampah yang cenderung terpusat di TPST Bantar Gebang.
Salah satu yang sedang dibangun di Sunter adalah Intermediate Treatment Facility (ITF), yaitu pengelolaan sampah yang dikerjakan bersama dengan Perusahaan Finlandia yang punya kapabilitas untuk mengelola sampah hingga 2.000 ton per hari.
"Pengolahan sampah itu bisa menghasilkan energi listrik. Tapi, yang terpenting adalah sampahnya terkelola. Itu yang sudah jalan," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menerima kunjungan Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Pembangunan Finlandia, Anna-Mari Virolainen, bersama 21 (dua puluh satu) delegasi khusus di Balai Kota Jakarta, Selasa (9/10/2018).
Selain Gubernur Anies, kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta Isnawa Adji, Kepala Biro Tata Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta Premi Lasari, dan SKPD terkait lainnya.
Gubernur Anies menyampaikan kedatangan para tamu dari Finlandia ini dalam rangka bekerja sama menghadirkan solusi beberapa persoalan di kota besar, seperti DKI Jakarta.
Persoalan tersebut dari mulai pengelolaan limbah padat, limbah cair, energi terbarukan, sampai dengan pengembangan smart city.
“Saya sampaikan kepada mereka bahwa Jakarta memang dalam proses mencari pendekatan terbaik yang pernah digunakan dan berhasil,” ungkap Gubernur Anies.
Ia menjelaskan, solusi penyelesaian masalah harus sesuai dengan pendekatan komponen yang relevan di tiap wilayah. Sehingga, kerja sama yang dilakukan bentuknya bisa bermacam-macam, tergantung pada relevansi penyelesaian masalahnya.
Baca Lagi dah di situ http://wartakota.tribunnews.com/2018/10/10/pemprov-dki-dan-finlandia-olah-sampah-2000-tonhari-di-sunter-untuk-tenaga-listrikBagikan Berita Ini
0 Response to "Pemprov DKI dan Finlandia Olah Sampah 2.000 Ton/hari di Sunter ..."
Post a Comment